Dinas Ketahanan Pangan Kutim Siapkan Jurus Ciptakan Kedaulatan Pangan
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Awang Amir Yusuf
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SANGATTA- Untuk menciptakan kedaulatan pangan, ketahanan pangan, dan kemandirian pangan bagi masyarakat Kutim. Dinas Ketahanan Pangan Kutim terus berbenah.
Sekretaris Kutim, Awang Amir Yusuf mengatakan saat ini pihaknya sedang fokus pada tiga bidang.
Pertama, bidang ketersediaan dan distribusi pangan . Bidang ini mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis serta pemantauan dan evaluasi di bidang ketersediaan dan distribusi pangan.
"Kita harus tahu berapa luasan lahan yang dimiliki Kutim, karna ketersediaan pangan berkaitan dengan luasan lahan pertanian di Kutim,"ungkap Awang kepada awak media di ruang kerjanya, Selasa (22/11/2022).
Menurutnya, untuk Kutim cadangan ketahanan pangan masih aman. Ia terus menyiapkan data dan informasi untuk penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) dan penghitungan Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan pangan di Kutim.
"Kalau kita lihat neraca bahan makanan sembilan komoditi kita masih di angka aman. Kami juga melakukan pemantauan, evaluasi, supervisi dan pelaporan kegiatan di bidang ketersediaan dan cadangan pangan," ucapnya.
Ia menambahkan, sembilan komoditas pangan yang menjadi sasaran tugas Badan Pangan Nasional, yaitu beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, cabai.
Kedua, Bidang konsumsi penyiapan pelaksanaan koordinasi di bidang konsumsi pangan, promosi dan pengembangan pangan lokal, penganekaragaman konsumsi pangan. Program dalam bidang ini promosi dan pengembangan pangan lokal, penganekaragaman konsumsi pangan.
Selain itu, melakukan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang konsumsi pangan, promosi dan pengembangan pangan lokal, penganekaragaman konsumsi serta keamanan pangan.
"Petani tidak hanya mengkonsumsi hasil pangannya, namun juga ada nilai gizi lebih," ujarnya.
Yang terahir adalah bidang keamanan pangan. Keamanan pangan mencakup sejumlah rutinitas yang harus diikuti untuk menghindari potensi bahaya kesehatan. Keamanan pangan juga meliputi keamanan antara industri dan pasar, serta antara pasar dan konsumen.
"Dalam mempertimbangkan praktik industri ke pasar, pertimbangan keamanan pangan mencakup asal-usul pangan termasuk praktik yang berkaitan dengan pelabelan pangan, higiene pangan, bahan tambahan pangan dan residu pestisida, kebijakan bioteknologi pangan, pedoman pengelolaan sistem inspeksi dan sertifikasi untuk pangan impor dan ekspor pemerintah," tandasnya.(ADV)